Tampilkan postingan dengan label Sabrang Anatar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sabrang Anatar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2012

Sabrang Anatar

KEGADUHAN menjeblag regol barat istananegara. Sembilan perwira berancangancang menggeropyok sosok berwajah tembaga.

Cintanya bercokol kukuh

bertumbuh bagai benih murni

di tanah terberkati

akarnya kencang menggali sunyi

mengisap saripati

daunnya binar menatap sinar

berkembang mengundang kumbang

berbuah pating gemandul

menggirangkan jiwajiwa masgul

Isi kepala Tumenggung Kawikaca bagai diaduk. Dadanya serasa ditumbuk kaki kuda. Jejari tangannya geregetan.

“Kalian menerima cinta tetapi enggan mengembangkannya. Bagaimana mau melimpahkannya?”

SRET!

SRING!

Kemarahan terhunus. Tumenggung Kawikaca belum juga mengangkat tanda. Bagaimana ini?